GOLPUT ATAU ENGGAK YA?

Tahun 2014 datang menjelang, di tahun itu saya akan kembali memilih pemimpin dan wakil saya di dewan. Saya sadar, lima tahun lalu saya memilih pemimpin yang salah, demikian juga wakil-wakil saya di dewan. Mereka tak seperti yang saya harapkan.

PENGAMAT VS JOKOWI

Sebaik apa pun Jokowi, sang Gubernur Jakarta, tetap saja tak bebas kritikan dan hujatan, terutama dari lawan-lawan politiknya. Kalau dari lawan politiknya sih menurut saya wajar kritikan itu terlontar, selain dia bersikap oposisi terhadap Jokowi, dia juga harus mencari-cari segala kelemahan Jokowi.

TAK ADA MANUSIA YANG JAHAT

Sampai sekarang saya masih sangat yakin, manusia itu sebenarnya tak ada yang jahat. Mereka bisa hidup dengan segala kebaikannya. Hanya saja, setiap manusia memiliki pengalaman yang berbeda selama proses kehidupan mereka berlangsung.

ARIEL, DULU DIHUJAT KINI DIPUJA

Saat kasus video mesum Ariel dengan dua seleb wanita lain merebak di seantero Nusantara ini, Ariel pun menjadi bulan-bulanan media. Tak ada media yang tak mem-blow-up berita Ariel. Semua sumber informasi di seputar kehidupan Ariel disorot tajam setajam silet.

RENTENIR ZAMAN ANDROID

Rentenir dari zaman rikiplik memang gak ada matinya, gimana mau mati wong dari bisnis pinjaman uang itu saja bisa buat si rentenir kaya mendadak, uang yang semula cuma 100 bisa jadi 1000, yang tadi 1000 bisa menjadi 10.000, demikian seterusnya.

Showing posts with label Susilo Bambang Yudhoyono. Show all posts
Showing posts with label Susilo Bambang Yudhoyono. Show all posts

Wednesday, February 6, 2013

PRESIDEN CEMAS

Presiden cemas, begitu kata sebuah berita yang baru saja saya baca. Pak Beye cemas karena pamor Partai Demokrat terus merosot di ambang Pemilu 2014. Posisi partainya anjlok terus dalam berbagai hasil survei. Semua itu gara-gara banyak kader Demokrat yang terlilit kasus korupsi. Wajar kalau Pak Beye cemas, dari hasil survey LSI, dukungan masyarakat terhadap partai binaannya itu tinggal 8 persen, padahal tahun 2009 kemarin masih berkisar 21 persen. Agaknya, Pak Beye harus berani mengambil langkah tegas kalau tak mau partainya terpuruk terus. Kalau tidak, Partai Demokrat hanya tinggal kenangan di 2019 nanti karena tak banyak memperoleh suara di 2014.

Sebagai pendukung Partai Demokrat di dua pemilu kemarin, saya pun kecewa. Kinerja Pak Beye selama dua masa pemerintahannya sungguh tak membuat saya puas. Korupsi bukannya berkurang, malah makin menjadi-jadi. Kesejahteraan rakyat pun jauh panggang dari api. Harga-harga kebutuhan pokok makin membumbung tinggi. Puncaknya, harga daging per kilogramnya menjadi termahal di dunia melampui harga daging di Jerman dan Amerika Serikat yang cuma sekitar 40 ribu per kilogramnya. Fantastis ya, daging pun menjadi makanan mewah di meja makan keluarga.




Dulu, zamannya Pak Harto, kita berhasil swasembada beras hingga mendapat penghargaan dari FAO. Kini, jangankan beras, kedelai saja kita harus impor padahal kita terkenal sebagai negeri agraris. Ironisnya lagi, ikan teri, ikan asin, sampai garam pun harus diimpor pula padahal kita terkenal sebagai negeri maritim juga. Jadi, tak usah heran apalagi takjub kalau Indonesia sukses menjadi negara importir terbesar di dunia. Mau bukti, jalan-jalanlah ke daerah Glodok Jakarta, di sana barang-barang made in China bertaburan dan dijual murah, sulit kita jumpai produk lokal, buatan anak negeri sendiri.

Tahun 2014 sebentar lagi menjelang, yang pasti Partai Demokrat tak terlintas lagi di benak, pilih partai lain pun belum terpikirkan, untuk golput masih belum menjadi pilihan juga, wait and see lah, semoga semuanya berubah.


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More